Lebih banyak mendengar

Kapan anda terakhir kali mendengar? Mendengar disini adalah bukan semata-mata mendengar suara, tapi meresapi dan memahami orang atau lingkungan disekitar anda atau malah tubuh anda. Berat banget ya kesannya tulisan saya kali ini. Padahal sih, intinya cuma mau bercerita pengalaman yang saya alami. 

Orang yang selalu saya dengarkan kata-katanya adalah Orang Tua (terutama Ibu) dan pasangan saya. Saya punya pengalaman yang kurang menyenangkan dengan tidak mendengarkan kata-kata pasangan. Seperti lebih dari setahun lalu ketika saya nekat pergi padahal suami saya melarang. Sedih dan menyesal rasanya bila teringat saat itu. Seandainya saya menuruti apa yang dikatakan pasangan saya, pastilah saat ini saya sedang berjalan-jalan atau malah hiking di Gunung Ijen. Ini adalah pengalaman hidup yang tak terlupakan seumur hidup saya.

Sejak saat itu, saya belajar. Belajar lebih banyak mendengar, memperhatikan apa yang menjadi kata-kata pasangan atau Orang tua saya. Sudah cukup kaki kanan patah, masak iya masih nggak nurut juga. Contoh yang paling kecil, mendengarkan saran pasangan tentang model rambut yang bisa diaplikasikan seperti cempol kecil, kepang manis atau kuncir rambut lucu. Mulanya sih, rada ragu. Tapi waktu pegawai di warung milik keluarga memuji saya terlihat lebih cantik dari biasanya, saya diam-diam melirik suami dan disambut dengan tatapan, I told you so! :D .

Pengalaman mendengar lain adalah ketika seorang teman menulis di twitter tentang GOTOSOVIE. Dia bercerita tentang pengalamannya berbelanja online. Bagaimana dia merasa puas dengan pelayanan GOTOSOVIE. Brand ini berasal dari Jogja dengan pendiri seorang wanita cantik bernama Ewindha Sari. Terkulik oleh rasa ingin tahu saya follow twitter @gotosovie dan merasa senang membaca timelinenya. Isinya nggak melulu sharing produk tapi juga pengetahuan yang bagus untuk diketahui oleh followernya. Salah satunya infused water. Cara penyampaian yang simpel dan jelas justru membuat follower tertarik dengan tips-tipsnya. Tepatlah bila saya katakan saya membeli kepuasan bila ditanya tentang gotosovie. Meski saya belum membeli tas AMELIE yang saya idamkan ( gaji baru diterima senin euy), tapi saya sudah cukup puas dengan pelayanan AO masing-masing wilayah yang selalu memfollow dan mengingatkan bahwa saya harus mengirim url blog untuk GOTOSOVIE Blog Competition. Tetaplah hangat, dan membumi seperti keindahan warna GOTOSOVIE yang warm dan chic. Maju terus brand lokal!!

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kutu atau berternak kutu

Hallo semua, lama nggak menulis disini. Pertama-tama, saya mau mengucapkan selamat Idul Fitri 1434 H. Hihihihi, telat banget ya. Maaf, karena lagi bertapa dan jauh dari fasilitas internet.

Baiklah, saya mau bercerita tentang kutu. Ehm, kutu rambut lebih tepatnya. Siapa sih yang nggak pernah berkutu? Hihihihi, pasti pernah mengalami kan? Ngaku deh? *lho kok maksa* :D

Alkisah, seorang sepupu (sebut saja A) dari desa datang ke rumah. Iya, dia berniat bersekolah di kota saya. Dengan harapan mendapat pendidikan lebih baik dan menjadi lebih gaul tentunya. Tibalah hari dimana dia mengikuti Masa Orientasi Siswa atau dikenal dengan MOS. Karena dia memiliki rambut panjang, A diminta mengepang rambutnya menjadi 15 kepangan sesuai dengan tanggal hari pertama MOS. Karena tak sanggup mengepang sendiri, dia meminta bantuan saya. Ketika saya kepang, ternyata rambutnya berkutu! Ya Salam, antara jijik dan sebal saya pun mengomel tak karuan. A meminta saya terus mengepang dengan harapan nanti sepulang dari MOS baru akan diobati. Akhirnya dengan tergesa-gesa berangkatlah A, dengan rambut terkepang sebanyak 15 kepangan.

Setiba di sekolah, A segera berbaris untuk mengikuti upacara bendera. Setelah 15 menit, tiba-tiba A merasa gatal tapi ditahan dengan harapan gatalnya akan hilang. Entah karena panas, atau memang kutu rambut itu berniat ikut upacara, kutu-kutu di rambut A serentak berbaris di sela-sela kepangan rambut A. Teman A yang berada di belakang serentak tertawa dan memberi tahu kepada temannya yang lain perihal tingkah laku A. Berbisik-bisik dan menunjuk ke arah rambut A. Meledaklah tawa teman-teman A dan semua orang yang ada di barisan itu. Barulah A merasa sadar dirinya menjadi bahan tertawaan teman-temannya.

Sesampai di rumah, A segera membeli obat kutu sebanyak 3 botol. Saya hanya tertawa waktu dia bercerita tentang peristiwa di sekolahnya. Hari itu juga berakhirlah nasib kutu dan ternak kutu yang tumbuh subur di rambut A. Ahihihihi, kisah ini fakta hanya beberapa bagian saja yang saya ubah. Hidup bebas kutu!

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Tinggalkan komentar

My Wishes

Halo Maret..
Bulan ini ada banyak sekali yang ulang tahun. Ada teman, komunitas, Klub bola hingga saya sendiri. Hahaha, ujung-ujungnya narsis. :D
Wishesnya sih simpel banget, Kepengen sembuh, pengen bisa jalan-jalan lagi(tanpa tongkat), pengen lebih istiqomah ibadahnya, dan sehat selalu tentunya. Oh ya, pengen bisa menyenangkan orang-orang disekitar saya. AAMIIN.
Duh, biasa banget ya? Hahaha, kalo buat saya sih nggak perlu yang muluk-muluk, yang penting tercapai. *minder lebih tepatnya, takut dibilang nggak bisa menilai diri sendiri*
Dapet hadiah apa bulan ini? :D Cuma doa dan ucapan dari orang-orang terdekat. Jadi inget dulu pernah memberi seorang teman kado handmade dari estheticfilia.

gambar diambil dari fp estheticfilia

gambar diambil dari fp estheticfilia

Berupa siluet pillow, dengan gambar seorang sahabat saya. Sahabat saya senang sekali, karena produknya handmade jadi nggak pasaran. Hihihihi, saya yang nggak bisa bikin aja ikutan senang. Sekali lagi, selamat ulang tahun untuk yang berulang tahun di bulan ini. Semoga lebih baik di sisa usianya. AAMIIN. :D

Dipublikasi di celoteh, Ikut Giveaway | Tag , | 2 Komentar

Antara aku kamu dan sebungkus nasi

Pernahkah hati anda merasa hangat? Suatu perasaan yang meluluhkan keras dan angkuhnya sisi hati anda? Saya pernah. Bukan oleh suatu bunga, coklat atau hal romantis seperti itu. Tapi oleh perhatian kecil yang tak pernah saya duga sebelumnya.
– Hati saya hangat yang pertama adalah saat saya membuka sebungkus nasi dan menyadari nasi saya lebih banyak porsinya dari biasanya. Kemudian ada yang berkata dibelakang saya, ” Oh iya, nasinya sengaja aku banyakin porsinya. Biar besok kalo kamu mau sarapan, nggak bingung mencari nasi. “

- Hati saya hangat yang kedua adalah saat setelah bertengkar, tiba-tiba seseorang menelepon dan berkata, ” Hei, mau dibawain jajan nggak? Kamu pengen apa? “

Dua hal diatas sudah cukup membuat menangis terisak-isak hingga nasi yang saya makan terasa asin. Dalam hati saya berbisik pelan, ijinkan saya membahagiakan orang itu TUHAN. AAMIIN.

_ditulis ketika saya menyadari sebungkus nasi ini lebih lezat dari biasanya_

Dipublikasi di celoteh | Tag , , | 2 Komentar

Miris

Baru saja nonton B*ser di s*tv, ada berita seorang pensiunan pns ditangkap karena mencuri wortel. Oknum ini mencuri karena terlibat hutang, sedang gaji pensiunnya sudah habis untuk membayar hutang. *jleb* Langsung menangis, inget Bapak di rumah.
Semoga sehat-sehat selalu ya Pak, jangan mikir yang berat-berat. Iya kalo Presiden, semua musti dipikirin. *lho? kok malah ngelantur*
Lagu ini untuk Bapak..

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | 1 Komentar

What is love?

Nangis waktu lihat video ini. :(

Video | Posted on by | Tag | 3 Komentar

Kemana kita?

Dulu waktu masih kuliah di malang, saya sering banget jalan-jalan(mbolang). Bukan ke mall atau tempat perbelanjaan, tapi lebih kearah tempat wisata. Terlebih waktu pacaran sama Mr Mayor, dih sampe ke Bali lho naek motor lagi. *dapet salam dari punggung bengkok*
Pertama kali jalan-jalan ke Cangar, Malang. Ini tempat pemandian air panas gitu. Nah, berangkatlah rame-rame saya, mr mayor dan teman-teman kostnya. Udah janjian berangkatnya jam sekian, tapi seperti biasa banyak molornya. Baru berangkat jam 2 siang, hujan lagi. Duh Gusti, alamat gagal ini. Sepanjang jalan nggak bisa menikmati pemandangan karena kaki menggigil kedinginan. Tapi seneng sih, kami kayak konvoi geng motor. :D
Bangzal13

Tapi waktu sampai di tempat pemandian, ternyata tempatnya ditutup. Rawan longsor katanya. *krik,krik,krik* Cih, bukan kami namanya kalo balik karena begitu saja. Rugi bensin dong. *Mahasiswa gitu lho*
Akhirnya kami jalan terus sampai menemukan sebuah sungai kecil berair hangat. Yay! Langsung kami parkir motor ditempat yang terlihat dan dirasa cukup aman. Enaknya, sungai ini aernya hangat dan jernih lho. GRATIS lagi! *lumayan uang beli tiketnya bisa untuk beli susu hangat*
Pengen tahu seperti apa? Ini dia penampakan sungainya.
Image
Lumayan kan? Hahaha, untuk ukuran gratis sih itu sudah jauh lebih baik. Tapi entah sekarang ya, apakah masih sejernih itu atau tidak. :D
Ah, saya jadi kangen masa-masa itu.

_ditulis ketika saya ingin jalan-jalan lagi_

Dipublikasi di celoteh | Tag , , , | 9 Komentar