My Wishes

Halo Maret..
Bulan ini ada banyak sekali yang ulang tahun. Ada teman, komunitas, Klub bola hingga saya sendiri. Hahaha, ujung-ujungnya narsis. :D
Wishesnya sih simpel banget, Kepengen sembuh, pengen bisa jalan-jalan lagi(tanpa tongkat), pengen lebih istiqomah ibadahnya, dan sehat selalu tentunya. Oh ya, pengen bisa menyenangkan orang-orang disekitar saya. AAMIIN.
Duh, biasa banget ya? Hahaha, kalo buat saya sih nggak perlu yang muluk-muluk, yang penting tercapai. *minder lebih tepatnya, takut dibilang nggak bisa menilai diri sendiri*
Dapet hadiah apa bulan ini? :D Cuma doa dan ucapan dari orang-orang terdekat. Jadi inget dulu pernah memberi seorang teman kado handmade dari estheticfilia.

gambar diambil dari fp estheticfilia

gambar diambil dari fp estheticfilia

Berupa siluet pillow, dengan gambar seorang sahabat saya. Sahabat saya senang sekali, karena produknya handmade jadi nggak pasaran. Hihihihi, saya yang nggak bisa bikin aja ikutan senang. Sekali lagi, selamat ulang tahun untuk yang berulang tahun di bulan ini. Semoga lebih baik di sisa usianya. AAMIIN. :D

Ditulis pada celoteh, Ikut Giveaway | Di-tag , | 2 Komentar

Antara aku kamu dan sebungkus nasi

Pernahkah hati anda merasa hangat? Suatu perasaan yang meluluhkan keras dan angkuhnya sisi hati anda? Saya pernah. Bukan oleh suatu bunga, coklat atau hal romantis seperti itu. Tapi oleh perhatian kecil yang tak pernah saya duga sebelumnya.
- Hati saya hangat yang pertama adalah saat saya membuka sebungkus nasi dan menyadari nasi saya lebih banyak porsinya dari biasanya. Kemudian ada yang berkata dibelakang saya, ” Oh iya, nasinya sengaja aku banyakin porsinya. Biar besok kalo kamu mau sarapan, nggak bingung mencari nasi. “

- Hati saya hangat yang kedua adalah saat setelah bertengkar, tiba-tiba seseorang menelepon dan berkata, ” Hei, mau dibawain jajan nggak? Kamu pengen apa? “

Dua hal diatas sudah cukup membuat menangis terisak-isak hingga nasi yang saya makan terasa asin. Dalam hati saya berbisik pelan, ijinkan saya membahagiakan orang itu TUHAN. AAMIIN.

_ditulis ketika saya menyadari sebungkus nasi ini lebih lezat dari biasanya_

Ditulis pada celoteh | Di-tag , , | 2 Komentar

Miris

Baru saja nonton B*ser di s*tv, ada berita seorang pensiunan pns ditangkap karena mencuri wortel. Oknum ini mencuri karena terlibat hutang, sedang gaji pensiunnya sudah habis untuk membayar hutang. *jleb* Langsung menangis, inget Bapak di rumah.
Semoga sehat-sehat selalu ya Pak, jangan mikir yang berat-berat. Iya kalo Presiden, semua musti dipikirin. *lho? kok malah ngelantur*
Lagu ini untuk Bapak..

Ditulis pada Uncategorized | Di-tag , | 1 Komentar

What is love?

Nangis waktu lihat video ini. :(

Video | Posted on by | Di-tag | 3 Komentar

Kemana kita?

Dulu waktu masih kuliah di malang, saya sering banget jalan-jalan(mbolang). Bukan ke mall atau tempat perbelanjaan, tapi lebih kearah tempat wisata. Terlebih waktu pacaran sama Mr Mayor, dih sampe ke Bali lho naek motor lagi. *dapet salam dari punggung bengkok*
Pertama kali jalan-jalan ke Cangar, Malang. Ini tempat pemandian air panas gitu. Nah, berangkatlah rame-rame saya, mr mayor dan teman-teman kostnya. Udah janjian berangkatnya jam sekian, tapi seperti biasa banyak molornya. Baru berangkat jam 2 siang, hujan lagi. Duh Gusti, alamat gagal ini. Sepanjang jalan nggak bisa menikmati pemandangan karena kaki menggigil kedinginan. Tapi seneng sih, kami kayak konvoi geng motor. :D
Bangzal13

Tapi waktu sampai di tempat pemandian, ternyata tempatnya ditutup. Rawan longsor katanya. *krik,krik,krik* Cih, bukan kami namanya kalo balik karena begitu saja. Rugi bensin dong. *Mahasiswa gitu lho*
Akhirnya kami jalan terus sampai menemukan sebuah sungai kecil berair hangat. Yay! Langsung kami parkir motor ditempat yang terlihat dan dirasa cukup aman. Enaknya, sungai ini aernya hangat dan jernih lho. GRATIS lagi! *lumayan uang beli tiketnya bisa untuk beli susu hangat*
Pengen tahu seperti apa? Ini dia penampakan sungainya.
Image
Lumayan kan? Hahaha, untuk ukuran gratis sih itu sudah jauh lebih baik. Tapi entah sekarang ya, apakah masih sejernih itu atau tidak. :D
Ah, saya jadi kangen masa-masa itu.

_ditulis ketika saya ingin jalan-jalan lagi_

Ditulis pada celoteh | Di-tag , , , | 9 Komentar

So?

-Disuatu malam, dikamar kos-

MM: ” Kamu ngapain? ” *ngeliatin tv*
A: ” Lagi blogwalking mas, eh, aku barusan ikut giveaway lho. LAGI. ” *hidung kembang kempis*
MM: ” So? ” *tetep cuek*
A: ” Kok ‘So?’ ” *rada mangkel, dgn ekspresi merengut wajah di zoom in zoom out* *sinetron bgt sih*
MM: ” Iya ya, ngapain aku bilang ‘so?’ . Kamu kan udah biasa ikut giveaway, meski baru menang sekali ” *menusuk*
A: ” Hehehe, iya ya. Aku sering banget ikut giveaway ya. Tapi seneng juga lho ikutan giveaway gitu. Jadi termotivasi untuk menulis blog. Minimal ada tema, ada bahan, jadi jelas mau menulis apa. Coba perhatikan deh, blog ini itu isinya postingan nggak penting dan nggak jelas. ” *ngaku*
MM: ” Ya nggak apa-apa sih, ibarat orang itu kalo sedekah usahakan yang banyak tapi ga ikhlas. “
A: ” Lho? kok? “
MM: ” Iya, kalo kita sedekah banyak dan nggak ikhlas, tapi lama-lama kita jadi terbiasa lho. Misal nih, uang kamu di dompet tinggal 50rb. Terus kamu pengen sedekah, kamu pasti mikir 2x kan untuk sedekah. Coba kamu sekali-kali sedekah sebanyak itu, nggak usah mikir nanti makan apa. Coba aja dulu. “
A: ” Ehm, iya. Tapi hubungannya sama ikut giveaway apa? ” *oon kumat*
MM: ” Gini lho, ikut giveaway itu. Bikin kamu jadi semangat nulis lagi. Minimal kamu kan bisa menulis berdasarkan tema yang diminta sama pemberi giveaway. Nah, lama kelamaan kamu jadi terbiasa menulis dengan baik, bukan seperti yang kamu bilang postingan yang nggak jelas dan nggak penting. Paling nggak, orang yang membaca blog ini jadi mendapat ilmu atau pelajaran baru. “
A: ” Baiklah, nanti aku mau ikutan giveaway yang banyak. Biar tulisanku ini lebih bermanfaat. ” *crossfinger*
MM: ” Sedekah juga dong.”
A: ” Ai, Ai Captain! “

_Ditulis ketika kami sama-sama nggak bisa tidur_

PS: Ada yang bikin giveaway lagi nggak ? Kasih tahu dong, hehehe. :D

Ditulis pada celoteh, Ikut Giveaway | Di-tag , , , , | Tinggalkan Komentar

Narsislah sebelum narsis itu dilarang!

Siapa sih yang nggak pernah narsis? Ngaku deh, pasti ada bakat-bakat narsis dalam diri kita yang menunggu untuk digali. Atau barangkali sudah timbul sejak lama?:D
Saya dulu adalah orang yang pemalu. *sekarang sih malu-maluin*. Bahkan waktu Sd-Smp pun, jarang sekali ada foto saya. Kecuali candid, dan hasilnya pun jauh dari baik. Tambah minderlah saya untuk difoto. Saya baru mau dan bisa bergaya bila foto didalam box(foto box). Oh ya, terima kasih kepada pencipta foto box. Saya bisa bergaya tanpa ada yang melihat dan cekrek-cekrek jadilah fotonya. Itu pun saya tahu juga waktu SMU kelas 1, waktu pergi ke malang diajak jalan-jalan ke tempat perbelanjaan. Sejak saat itu, diam-diam saya mulai bergaya didepan cermin. Mulai mencoba-coba gaya apakah yang pantas dan kelihatan natural. *Lupakan gaya memegang mulut, menjulurkan lidah bak ular maupun kesan seksi yang jatuhnya murahan* Gaya saya tetap, diam tanpa ekspresi dan sedikit senyum. Salahkan saya yang masih lugu dan belum putus urat malunya.
Tapi semua berubah waktu saya masuk kuliah di Malang. Saya bertemu dengan teman-teman yang nggak kalah noraknya yang membuat saya berani mengeluarkan ekspresi. Maklum, sesama himagifo(himpunan mahasiswa gila foto) kami sama-sama punya prinsip mumpung ada temennya, tunjukan ekspresimu!
Untuk foto sendiri, saya masih mikir lagi. Ah, rupanya saya memang cemen. Kalo rame-rame saja saya berani, kalo sendiri mengekeret. Mr Mayor yang akhirnya mengajak saya berfoto di sawah dibelakang kostnya. Sekalian teman saya lagi belajar fotografi, jadi lumayanlah difoto gratis. Hehehe. Tapi ternyata sulit ya berfoto dengan ekspresi yang diminta. Senyum tapi nggak boleh terlalu lebar. Judes tapi nggak boleh terlalu galak. Dih, saya bukan model kaliiii.. *gigit2 jari* Mr Mayor tahu sepertinya saya grogi dan demam panggung. Lalu dia mengajak saya ngobrol dan berbicara agar saya tenang. Eh, berhasil rupanya. Ketika Mr Mayor meminta saya untuk menggerakkan rambut dan tertawa seolah-olah bercanda, seorang temannya mengambil gambar dan cekrek. Jadilah foto saya yang bak iklan rambut bebas kutu. Yay! Berhasil!
Meski sebenarnya lebih mirip medusa sih, dengan rambut megar dan wajah nggak terlihat. Hehehe. Ini dia foto saya yang bak medusa. :D

Rambut melawan gravitasi

Medusa in Me! :D

Nggak terlalu buruk kan? Tapi entah ini termasuk artistik atau tidak, yang jelas ini narsis. :) Tolong abaikan lengan saya yang sebesar penghancur batu bata. Hihihihi. Sengaja saya watermark, karena itu foto saya sendirian. *tetep nggak pede*. :D   Ah, sudah sore rupanya, saatnya mandi. Selamat berhari minggu!
Oh ya, postingan ini diikutsertakan di Narsisis-Artistik Giveaway.

Ditulis pada celoteh, Ikut Giveaway | Di-tag , | 6 Komentar