Indra2wari's Blog

A journey to happiness

special pake telur

Cerita absurb nan aneh..

Image

Juni 2, 2012 Posted by | celoteh | | Tinggalkan sebuah Komentar

Membunuh waktu

Sudah 2 bulan lamanya saya terbaring ditempat ini. Hanya ditemani laptop dan akses internet untuk membunuh kebosanan. Bosan? Pasti. Ingin rasanya saya beranjak dari tempat tidur dan melihat keluar, tapi apa daya, keadaan berkata lain.

Sering kali juga saya merasa jenuh, tapi cepat-cepat saya tekan perasaan saya. Saya anggap saya sedang menaiki tangga dan musti setapak demi setapak. Bukankah semua ini hanya ujian, sampai mana saya bisa bertahan?

Sering saya membayangkan scene-scene menyenangkan bila saya sudah SEMBUH nanti. Karena saya sama sekali nggak punya bayangan nanti hidup saya bagaimana ya? *denial saya ini, nggak mau mikir buruk dan su’udzon kepada ALLAH SWT*

Biarlah ALLAH SWT merencanakan skenario yg terbaik untuk saya, dan saya tinggal menjalaninya.

Semua masalah adanya di alam pikiran. Kalau pikiranmu mengatakan itu cuma kerikil kecil maka akan ringan untuk dilalui.

Semangat..semangat..

_Ditulis ketika lagi bengong dan kosong_

Mei 17, 2012 Posted by | celoteh | | 6 Komentar

Jurus Ampuh yg nggak lagi sakti..

2006, disebuah warung…

Aku(A) : *baca koran bagian hiburan* Wah, film ini udah tayang! Aku mau nonton!

Mr Mayor(MM) : *baca koran bagian olah raga* hmm..

A: *taroh koran* Mas, nonton yuks.. mumpung nggak hujan ini.. *semangat*

MM: *tetep baca koran* Ah, nanti rame, males ah..Antri lagi..

A: *kekeuh* Ya gpp, wong sama2 berdiri.. ya?

MM: *taroh koran* Ya skrg sih enggak, nanti kl capek, aku juga yg kena..

A: *mulai merajuk* Mas, sayang aku g sih? *senyum maut pantang dtolak*

MM: *ambil rokok* Iya..iyaaa.. Ayo berangkat.. Nggak usah ngeluh capek ya ntar..

A: *senyum kemenangan* hehehe…

 

2012, kini, dikamar no 32..

A: Eh mas, nonton film The Avengers yuh..

MM: *lagi maen FM 2012* Ah, ngapain sih? Download aja..

A: *mulai keluarin jurus ampuh* Yaah, kok gitu.. Maas, sayang aku g sih? *senyum maut pantang ditolak*

MM: *ngelirik sekilas* Enggak, udah g mempan jurus itu sekarang..*senyum kemenangan*

A: *duduk dipojokan menghadap dinding*

 

PS: mulai skrg perbanyak baju perang dan jurus lain.. Ctaaar! *lempar pecut*

 

_Ditulis sambil denger lagunya Cranberries-Linger_

Mei 13, 2012 Posted by | celoteh | | Tinggalkan sebuah Komentar

Tentang Mr Mayor.. dan aku..

  • Mr Planner, semua hal harus direncanakan. Mau kemana, naik apa, jam berapa dll.(kebalikan denganku yang sangat spontan, okay, nekad lebih tepatnya, itu sebabnya seringkali dia bilang, i told u so!)
  • Rapi, semua barang harus berada ditempatnya setelah selese digunakan. Sering kena marah Mr Mayor kalo naruh tas sembarangan, baju berantakan. (Oh ya, percayalah, kamarnya lebih rapi daripada kamarku :D )
  • Suka Olahraga, mau futsal kek, fitnes kek, badminton kek, hayuk aja.(Okay, aku pernah sekali ikut fitnes bareng, yang ada malah hampir nangis disuruh sit up, huhuhu)
  • Bisa maen musik, jadi inget waktu nge-band bareng culture, side project dll.(aku mah boro-boro, ngomong aja fals, tapi aku bisa gambar, mr mayor enggak)

Kalau diingat-ingat lagi, tentang perjalanan kisah ini, masih nggak percaya bakal sampai sejauh ini. Hubunganku dengan Mr Mayor lumayan berliku. Kenal tahun 2002, pas dia dateng kekost bareng seorang teman yang memperkenalkan aku dan Mr Mayor. Saling suka tapi terlalu malu untuk mengakui, hahaha.2003-2004, masing-masing dari kita mempunyai pasangan. 2005 mulai smsan lagi, hahahaha, sebatas selamat idul fitri lanjut ngopi di pinggir jalan. Mulai intens deh, hingga akhirnya jadian di tahun 2006. 2007 ke Bali, dan ketemu dengan keluarga di Banyuwangi.. 2008 mulai LDR, sedih rasanya. 2009 ini tahun paling buruk, dihajar badai, dihantam kanan kiri, penuh tangis dan amarah. 2010 masa-masa pemulihan, berusaha mengurai benang kusut. 2011, Bismillah kita menikah. Lucunya setiap kali berantem atau marahan, kita sama-sama nggak bisa lepas. Yah, kyk lagunya slank tuh, yg judulnya kutak bisa.. Sekarang, 2012 diawali dengan ujian di tahun pertama pernikahan kami. Aku kecelakaan, hingga nggak bisa berjalan untuk sementara waktu. Tapi ujian ini, malah membawa hikmah, ego kami luruh. Aku dan Mr mayor akhirnya menyadari, ujian ini untuk mengembalikan hubungan yg compang camping ini seperti semula. Seperti dulu, tanpa ada egois dan caci maki. Saling interospeksi dan saling mendengarkan pendapat pasangan. Subhanallah, disaat aku memohon dan pasrah kepada ALLAH SWT, secepat itu doaku dikabulkan. Aku dan Mr Mayor memulai lagi semuanya dari nol. Mulai dari hati, sikap, dan juga finansial. Hahaha, iya lho, bener-bener mulai dari nol lagi. InsyaALLAH semua bisa dilalui. AAMIIN.. Oya ada quote dari Mr mayor.

Istri itu partner, bukan ‘konco wingking’

Ps: ini foto tahun 2006, waktu kami awal jadian.. Hahahaha. _ditulis sambil denger lagu jikustik=berdua lagi_

April 20, 2012 Posted by | celoteh | Tinggalkan sebuah Komentar

sebulan ini

Hola, pasti banyak yg bertanya, sudah sembuh belum sih? Kok masih nggak bisa jalan? Ato malah ada yang nggak berempati malah menanyakan hal lain, sudah isi tah rur? *Untuk bangun saja saya susah mbak, gimana saya mau bunting?* Untuk yang belum tahu kejadian awalnya, bisa dibaca disini.
Untung saya punya suami dan keluarga yang selalu membesarkan hati, bahwa ini hanya ujian kenaikan tingkat yang harus saya jalan dalam kehidupan ini.

Okay, langsung saja, ini kisah selengkapnya..

Tanggal 10 Maret’12

Setelah 2 minggu lamanya berobat di Pak Usik, saya dan suami memutuskan untuk pulang saja. Terlebih saya, kangen dengan Ibu dan jauh dari rumah dalam keadaan sakit, bikin saya mewek terus. Singgah sebentar di rumah Mertua di Jalan Kawi Genteng, malam harinya langsung meluncur ke Malang. Bagaimana rasanya? Wah jangan ditanya, setengah mati saya menahan sakit dan mencoba tidur untuk mengurangi sakit. Sampai Malang menjelang Subuh, rasanya saya hampir menangis. Saya rindu kota ini, hawanya dan suasana yang membuat saya bercita-cita tinggal dan punya rumah disini. Begitu nyampe rumah A-2, saya langsung tidur dikamar Abah. Lega rasanya bisa meluruskan punggung setelah perjalanan 7 jam dari Banyuwangi.

Tanggal 11 Maret’12

Selesai sarapan dan mandi, perjalanan dilanjutkan ke Kediri. Perjalanan kurang lebih 3 jam dilalui mulus tanpa ada halangan apa-pun, Alhamdulillah. Sampai dirumah, terlihat Ibu memandang saya pias. Wajahnya tersenyum, tapi saya tahu batinnya berkecamuk. Mungkin karena ada Besannya, jadi Ibu sedikit menahan diri. Begitu Mertua pamit dan berangkat lagi ke Malang, tangis Ibu meledak. Ibu menangis kencang sambil memeluk saya erat, seolah membayangkan bagaimana saya jatuh. Saya? Hanya bisa diam dan bilang saya baik-baik saja bu. Semalaman saya mendengar suara tangis Ibu dikamar sebelah. Dalam hati saya mencoba untuk mengerti, hati Ibu mana yang tidak kaget mendapati Anaknya berangkat dalam keadaan sehat dan pulang dalam keadaan memakai kruk.

Tanggal 12 Maret’12

Hari ini saya memaksakan diri untuk ke kantor. Sudah 2 minggu saya ijin, saya harus menunjukkan diri. Ibu mengantar saya sampai ke pagar dengan tatapan iba. Berangkatlah saya naik becak, dengan tatapan aneh dari beberapa tetangga dan orang-orang dijalan. Mungkin yang ada dibenak mereka, kasian mbak ini, cantik-cantik nggak bisa jalan. Sesampai dikantor, dengan dibantu suami, saya berusaha berjalan ke meja saya dengan kruk. Iya, suami saya menemani sampai ke kantor. Semua orang dikantor terlebih Pak BM, kaget melihat saya dengan kaki bengkak masih nekad juga ngantor. Hal ini berlangsung selama 3 hari, sampai hari Rabu.

Tanggal 14 Maret’12

Ada sms dari Bapak yang bilang saya ditunggu Ibu di UGD RS Bhayangkara Kediri untuk Rontgent. Sepulang dari kantor, berbeloklah saya ke RS tersebut. Sudah ada brankar dan seorang suster yang menunggu saya. Dengan sigap mengangkat tubuh saya keatas brankar. Langsung ditangani oleh Dr Heni dan disuruh ke ruang radiologi untuk di foto. Dari foto itu, ketahuanlah, ada fractur 3 titik di daerah lutut saya. Langsung saja saya diinfus dan rawat inap malam itu juga. Tak berapa lama, seseorang mengambil darah untuk cek HB(Hemoglobin) karena akan diagendakan untuk operasi. Rupanya Hb saya rendah, dan harus tranfusi darah 2 kantong. Duh Gusti, baru kali ini saya mengalami tranfusi langsung 2 kantong lagi.

Tanggal 15 Maret’12

Persiapan operasi, saya harus menghabiskan 2 kantong darah dan puasa. Tegang? Pasti. Mana Ibu nangis terus, saya jadi tambah kuatir. Ntar saya disana gimana ya? Sama siapa? Beberapa orang menjenguk dan mendoakan semoga operasinya berjalan lancar.

Tanggal 16 Maret’12

Eh, ternyata kalo orang mau dioperasi itu pake baju khusus ya? Hahaha, bodohnya saya. Hanya memakai baju dengan tali-tali dibelakang dan semacam sarung. Oh iya, tanpa underwear. Duh Gusti, jadi saya harus masuk ruang operasi sendirian, setengah telanjang dan didepan orang-orang asing? Okay, saya agak lebay. Tapi beneran, pas brankar didorong masuk ruang operasi tiba-tiba saya pengen nangis. Tidak ada tangan suami yang saya pegang, atau senyum ibu yang menenangkan. Hanya wajah-wajah bermasker dan memakai baju hijau memandangi saya. Setelah dibius ditulang belakang, kaki saya langsung mati rasa. Lho, kok saya masih sadar? Rupanya bukan bius total, macam orang SC aja. Jadi, saya kerasa tuh, kaki saya di bor, dipasang pen dll. Ngeri? Apalagi saya, selama operasi itu saya malah asyik ngelihatin dokter anastesi. Sampe akhirnya saya diberitahu kalo operasinya sudah selese.

Tanggal 17 Maret’12

Operasi yang kedua, biar bisa nekuk katanya. Lagi-lagi dengan orang-orang yang sama, hanya saja kali ini saya sempat tertidur ketika operasi. Akhirnya lengkap sudah serangkaian operasi itu. Rasanya? Hahaha, setelah biusnya hilang semalaman saya nggak bisa tidur. Mana badan saya panas lagi, sampe 40′ C.

Tanggal 20 Maret’12

Saya boleh pulang, horeeee…

Tanggal 29 Maret’12

Kontrol jahitan di poli bedah. Beberapa luka dilepas jahitannya.

Tanggal 4 April’12

Jahitan di lutut ada yang lepas, gara-gara terlalu memaksa untuk ditekuk atas perintah dokter. Akhirnya dijadwalkan untuk Her-hecting(jahit ulang)

Tanggal 13 April’12

Masuk ruang operasi, kali ini saya merasakan bius total. Hahaha, bener-bener nggak sadar sampe akhirnya diantar ke R.teratai. Ibarat mental, kali ini sudah tertata. Jadi udah nggak mewek lagi. Eh, sempat ding, saya sempat menangis terus tertawa kayak orang nge-ganjis gitu kata Ibu. Untung saya nggak sempat pengakuan dosa atas kenakalan saya dimasa lalu. Hahaha, bisa malu saya.

Tanggal 14 April’12

Saya pulang setelah dirasa cukup kuat paska jahit ulang.

Beberapa orang malah berkomentar, kok bisa sih jahitan lepas? Harusnya kan sudah kering? Sini deh buk, biar ibuk lihat ya, kalo didaerah persendian, luka memang cenderung lebih lama. Ada lagi yang menyalahkan tindakan Ibu saya yang membawa ke RS dikediri. Knp nggak Ke RS Kostanti di Solo? Itu bagus lho! Dengan segala hormat, Ibu saya hanya mengusahakan yang terbaik yang Ibu bisa. Karena penangganan kaki saya termasuk terlambat 2minggu. Masih untung kaki saya tidak mengalami pembusukan sehingga harus diamputasi. Astaghfirllah,,jangan sampai..

Jadi, tolong setidaknya berempati dengan cukup cerdas dalam berbicara dan bersikap. Nggak perlu kok sampe harus mendoakan saya di socmed macam FB. Berdoa dari hati itu lebih bijaksana. Mohon maaf bila ada kata-kata saya yang salah.

_Ditulis ketika mulai jengah dikasihani_

April 19, 2012 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan sebuah Komentar

Seandainya..

Disuatu malam, Indraswari berkata kepada suaminya, Mas, besok beli oleh-oleh yuks. Buat temen-temen kantor.. Iya, jawab singkat suaminya dengan hembusan rokok. Mereka pun segera tidur, dengan harapan besok bisa berangkat lebih pagi, tidak kedahuluan sang Mentari.

Keesokan harinya, Indraswari bangun lebih pagi, segera mandi dan menyiapkan segala sesuatunya. Tinggal dirumah mertua bukan berarti nggak bisa bermalas-malasan. Hanya saja, Mertua yang terlalu baik membuatnya didera rasa sungkan bila masih belum bangun hingga kokok ayam jantan berbunyi. Disentuhnya tangan suaminya, dan berkata, Mas, aku tak pergi sendiri ya.. Beli oleh-olehnya, naek motornya Abah. Suaminya hanya menjawab singkat, nggak usah, sama aku aja.. Bahaya.. Dalam diam, Indraswari berfikir, apa susahnya sih, cuma beli oleh-oleh dan pulang. Mending aku bikin sarapan sajalah, nanti dirayu lagi, pikirnya.

Selesei membuat sarapan, dan bercanda dengan Nenek dari Suaminya, Indraswari teringat lagi rencananya. Pamit pada Nenek dengan alasan cuma sebentar. Bahkan tanpa pamit kepada suaminya, Indraswari nekad berangkat juga. Awalnya perjalanan berjalan mulus, bahkan dalam hitungan 10 menit, 6 kotak Pia Glenmore yang terkenal enak itu sudah nangkring di setang motor sebelah kiri.

Perjalanan pulang dimulai, dengan udara yang sejuk dan jalanan sepi, membuatnya sedikit bersenandung pelan. Indahnya Banyuwangi di pagi hari, batinnya pelan. Mobil didepannya berjalan pelan, membuatnya mengurangi kecepatan motornya. Hingga tiba-tiba, muncul sebuah lubang cukup besar yang tidak Indraswari sadari karena tertutup mobil di depannya. Kaget, dengan refleks ditekan rem tangan dan berusaha menghindari lubang. Terlalu mendadak membuatnya nggak bisa menghindari lubang itu dan Bruuuaaaaak,, Indraswari terlempar ke kanan, badannya menghantam aspal.

Seketika gelap pandangannya, yang dia ingat, hanya seseorang berusaha membantunya berdiri dan menggendongnya kerumah penduduk setempat. Dalam keadaan setengah sadar, Indraswari berusaha menjelaskan bahwa dia punya saudara di Jalan Kawi, Nama Mertua dan alamat tinggalnya. Kurang dari 15menit, suaminya datang dengan keadaan nggak kalah kaget. Panik namun berusaha untuk tenang, terlebih melihat kaki kanan Indraswari yang pengkor. Tak berapa lama Mertuanya datang dan sepakat membawa Indraswari untuk diobati.

Permasalahannya dimulai ketika akan menggendong Indraswari, jangankan digendong, untuk diangkat sedikit saja, dia berteriak-teriak kesakitan. Tahan nduk, sabar ya,, kata suaminya dengan mengusap dahi Indraswari yang basah oleh keringat karena menahan sakit. Perjalanan mengarah ke sebuah tempat yang menurut Orang-orang ahli dalam pengobatan patah tulang. Pak Usik namanya. Pria Tua yang masih kuat dan tangkas dalam memijat ini mencoba mengurut Indraswari untuk melihat seberapa parah luka yang dialami Indraswari. Mengobati dan mengembalikan beberapa tulang yang mengsle.
Pak Usik memutuskan agar Indraswari di rawat inap ditempatnya. Hari pertama dilaluinya dengan rintihan dan beberapa kali terjaga karena merasakan nyeri dan sakit di kaki dan beberapa lukanya. Tangisnya semakin menjadi mengingat dia hanya bisa berbaring saja. Duh Gusti, inikah balasan atas ketidaktaatanku pada kata-kata suamiku?, bisik Indraswari lirih.
Hari demi hari dilalui dengan harapan kesembuhan seperti sediakala. Meski terkadang batinnya juga merasa tersiksa dan berulang kali berkata, seandainya saja aku turuti apa kata suamiku..

Hari ini merupakan hari kesembilan yang dilaluinya di suatu tempat bernama Watu Gong kec Srono Banyuwangi. Kakinya sudah mulai bisa digerakkan, tapi masih jauh dari pulih seperti sediakala. Mencoba menulis untuk menghilangkan penat dan bosan. Apalagi tadi beberapa teman suaminya dari Bali datang menjenguk, membuatnya lupa akan sakit yang dirasa.

Sudah selesai menulisnya? Ujar suaminya sambil mengusap airmata yang menetes di pipi Indraswari, membuyarkan lamunan akan kejadian sembilan hari yang lalu. Sudah sore, waktunya membersihkan diri, aku siapin ya airnya.. Lanjut suaminya sambil mengambil beberapa peralatan mandi. Indraswari hanya bisa tersenyum dan kembali menangis, kali ini tanpa setahu suaminya..

_Ditulis ketika merasa bahwa sedih dan bersalah_

Diambil dari noteku di fb: seandainya

April 17, 2012 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan sebuah Komentar

Acara Tahun Baru

Image

Desember 31, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Kisah hari ini

:D

Desember 9, 2011 Posted by | celoteh | | 3 Komentar

Masakan pertama

Minggu kemarin, aku berencana masakin suami. Nggak tanggung-tanggung, menu yang aku pilih, pasta. Kenapa? Simpel, karena waktu honeymoon  nginep di hotel pas habis nikah kemarin, kita nyobain dan enak. Jadi, pengen tuh, mengulang lagi. Tapi kali ini bikin sendiri.

Kita dapat resepnya di sini, lansung deh belanja dan praktek. Aku beli fusili, susu, sosis, jamur, bawang bombay, dan keju. Nggak beli tepung, karena aku pikir masih ada. Pas suami dateng minggu kemarin, langsung deh. Praktek bikinnya, lumayan sih untuk amatiran macam aku. Ahahaha, nggak terlalu hancur tampilannya. Tapi, pas dicoba, kok rasanya agak lainnya?

Mr Mayor berkali-kali ngomong, apa ya yg aneh dari masakanmu? Hm,, apa ya? Kurang garam? enggak. Kurang matang? Ah nggak juga. Mikir lama gitu.. Eh, ternyata baru inget, tepungnya! Tepungnya rada apek. :( Huaaa,, padahal selebihnya oke. Jadi nyesel banget..

Pelajaran hari ini: Jangan mencampur bahan makanan yang nggak layak dalam masakanmu, dijamin hancur rasanya nanti.

PS: Mr Mayor bilang, jangan kapok ya? Masak terus… :D

Desember 7, 2011 Posted by | Masakan | | Tinggalkan sebuah Komentar

Obgyn part 1

Weh, sudah isi? Sudah, tadi, isi nasi pecel sama teh hangat. Hahaha, jadi ceritanya ini, aku dan Mr mayor baru saja dari Obgyn kemarin. Ngapain? Cuma pengen konsultasi kok, sekalian pengen liat, kondisi di dalam gimana. Jujur sih, nggak terlalu ngoyo pengen cepet hamil. Karena lebih percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.

Gimana hasilnya? Kata Dr Ardi, rahimku menghadap kebelakang. Gimana tuh? Kurang lebih, gambarnya seperti ini.

Ehehehe,, maaf nggak bisa nampilin gambar. *dodol dan gaptek itu memang beda tipis*

 

Desember 6, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.