Kutu atau berternak kutu

Hallo semua, lama nggak menulis disini. Pertama-tama, saya mau mengucapkan selamat Idul Fitri 1434 H. Hihihihi, telat banget ya. Maaf, karena lagi bertapa dan jauh dari fasilitas internet.

Baiklah, saya mau bercerita tentang kutu. Ehm, kutu rambut lebih tepatnya. Siapa sih yang nggak pernah berkutu? Hihihihi, pasti pernah mengalami kan? Ngaku deh? *lho kok maksa* 😀

Alkisah, seorang sepupu (sebut saja A) dari desa datang ke rumah. Iya, dia berniat bersekolah di kota saya. Dengan harapan mendapat pendidikan lebih baik dan menjadi lebih gaul tentunya. Tibalah hari dimana dia mengikuti Masa Orientasi Siswa atau dikenal dengan MOS. Karena dia memiliki rambut panjang, A diminta mengepang rambutnya menjadi 15 kepangan sesuai dengan tanggal hari pertama MOS. Karena tak sanggup mengepang sendiri, dia meminta bantuan saya. Ketika saya kepang, ternyata rambutnya berkutu! Ya Salam, antara jijik dan sebal saya pun mengomel tak karuan. A meminta saya terus mengepang dengan harapan nanti sepulang dari MOS baru akan diobati. Akhirnya dengan tergesa-gesa berangkatlah A, dengan rambut terkepang sebanyak 15 kepangan.

Setiba di sekolah, A segera berbaris untuk mengikuti upacara bendera. Setelah 15 menit, tiba-tiba A merasa gatal tapi ditahan dengan harapan gatalnya akan hilang. Entah karena panas, atau memang kutu rambut itu berniat ikut upacara, kutu-kutu di rambut A serentak berbaris di sela-sela kepangan rambut A. Teman A yang berada di belakang serentak tertawa dan memberi tahu kepada temannya yang lain perihal tingkah laku A. Berbisik-bisik dan menunjuk ke arah rambut A. Meledaklah tawa teman-teman A dan semua orang yang ada di barisan itu. Barulah A merasa sadar dirinya menjadi bahan tertawaan teman-temannya.

Sesampai di rumah, A segera membeli obat kutu sebanyak 3 botol. Saya hanya tertawa waktu dia bercerita tentang peristiwa di sekolahnya. Hari itu juga berakhirlah nasib kutu dan ternak kutu yang tumbuh subur di rambut A. Ahihihihi, kisah ini fakta hanya beberapa bagian saja yang saya ubah. Hidup bebas kutu!

 

Iklan

Tentang indra2wari

an ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s